Senin, 08 Agustus 2011

Pendidikan Dokter Umum di Indonesia

Artikel ini ditujukan untuk orang-orang awam yang tertarik untuk bersekolah atau menyekolahkan anaknya di Fakultas Kedokteran di Indonesia atau hanya sekedar ingin mengetahui sistem pendidikan kedokteran di Indonesia. Saat ini, universitas baik negeri maupun swasta boleh menyelenggarakan pendidikan kedokteran.

1. Berapa lama waktu tempuh studi di fakultas kedokteran di Indonesia ?
    * Rata-rata 6 tahun terdiri dari 4 tahun masa kuliah praklinik S1 ( lulus diwisuda sebagai sarjana kedokteran dengan gelar S.ked kemudian dilanjutkan dengan 2 tahun masa koass ( magang di rumah sakit). Mulai tahun 2005, pendidikan di beberapa fakultas kedokteran mulai menggunakan sistem kedokteran berbasis kompetensi (Modul KBK) sehingga pendidikan dokter dapat ditempuh dalam waktu 5 tahun, tetapi dokter yang lulus dari program 5 tahun tersebut harus mengikuti progam internship selama satu tahun.

2. Apakah pada saat ini masih ada ujian negara khusus untuk fakultas kedokteran swasta?
    * Sejak tahun 1998, ujian negara sudah tidak ada lagi untuk fakultas kedokteran swasta, sebagai gantinya mulai tahun 2008 ujian negara adalah UKDI ( Ujian Kompetensi Dokter Indonesia) yang wajib diikuti oleh calon dokter baru lulus baik dari Fakultas Kedokteran Negeri maupun Fakultas Kedokteran Swasta.

3. Apakah yang dimaksud dengan UKDI?
    Ukdi adalah ujian kompetensi yang diperuntukan untuk calon dokter yang telah menyelesaikan masa studi selama 4 tahun preklinik dan 2 tahun koass (klinik), dimulai pada tahun 2008. Ujian diselenggarakan setiap 3 bulan sekali ( 4 kali dalam setahun). Setiap dokter baru lulus wajib mengikuti ujian satu kali tersebut dan bila lulus akan mendapatkan Surat Tanda Registrasi ( STR) yang menunjukkan bahwa dokter tersebut berkompeten. Setiap 5 tahun sekali, dokter wajib memperpanjang STRnya. Saat ini dokter yang memperpanjang STR tidak diwajibkan mengikuti UKDI kembali tetapi dengan mengisi borang yang terdiri dari kegiatan selama lima tahun tersebut meliputi jumlah pasien, karya ilmiah dan baksos.

4. Seperti apa sistem ujian UKDI?
    Sistem ujian terdiri dari 100 soal pilihan berganda, terdiri dari kasus-kasus dan tatalaksana pasien sehari-hari. Ukdi diadakan 4 kali dalam setahun. Setiap calon dokter baru wajib mengikuti satu kali Ukdi. Satu bulan sebelum Ukdi ada try out.  Sampai dengan tahun 2011 sistem Ukdi tersebut masih sama, tetapi gosipnya mulai tahun depan sistem ujian berbeda karena yang mengikuti Ukdi kebanyakan adalah mahasiswa modul.

5. Apakah dokter yang telah lulus Ukdi dan mendapat STR boleh melakukan praktik kedokteran?
    *Boleh, dengan syarat mendaftar IDI dan membuat SIP (Surat Ijin Praktik). Dokter yang telah lulus Ukdi akan mendapat 3 lembar STR ( Surat Tanda Registrasi) yang dapat dipakai untuk mengurus SIP ( Surat Ijin Praktik). Dokter hanya boleh praktik di 3 tempat, ditandai dengan 3 lembar STR tersebut. Catatan : Untuk dokter umum yang lulus dari program modul (KBK) wajib mengikuti internship (magang) selama satu tahun di rumah sakit yang bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran. Dokter yang mengikuti internship tersebut akan digaji. 

6. Apakah pada saat ini dokter wajib PTT (Pegawai tidak tetap) dari kemenkes?
    * TIDAK WAJIB. PTT terdiri dari PTT Pusat, PTT daerah dan PTT cara lain. Meskipun tidak wajib, PTT pusat yang diadakan oleh kemenkes 3 kali dalam setahun masih banyak peminatnya, kurang lebih 1500-2000 dokter mendaftar setiap pembukaannya dan yang diterima hanya sepertiganya. Faktor penerimaan berdasarkan DOMISILI, TAHUN KELULUSAN dan USIA  dan BUKAN BERDASARKAN HASIL TES SELEKSI SEPERTI CPNS dan bukan IPK, jadi calon pendaftar hanya perlu registrasi dan mengirimkan berkas tanpa test, tidak perlu melampirkan transkip nilai. Untuk info PTT dapat dilihat pada http://www.ropeg-kemenkes.or.id. Dokter yang lulus akan ditempatkan pada sarana kesehatan terpencil dan tidak terpencil selama satu tahun.Mulai pembukaan PTT pusat Oktober 2011 ini, ada pembukaan untuk kriteria biasa selama 3 tahun. Gaji dan Insentif dokter PTT mulai tahun 2010 sudah naik yaitu total bersih 4,85 juta untuk dokter terpencil dan 7,1 juta untuk dokter kriteria sangat terpencil. Gaji sudah cukup besar meskipun sering dibayarkan terlambat ( dirapel tiga bulan sekali).

7. Jadi karena PTT sudah tidak wajib, dokter boleh langsung mendaftar CPNS (Pegawai Negeri Sipil) dan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) setelah mendapat STR?    * BOLEH, berdasarkan pengalaman penulis, banyak teman penulis yang DITERIMA CPNS dan LULUS SELEKSI PPDS TANPA PTT terutama dalam kurun waktu 2007-2011 ini, tetapi hanya untuk lulusan 2 tahun berjalan dari tahun kelulusan calon pendaftar tersebut. Meskipun demikian ada beberapa bagian dari PPDS dan fakultas kedokteran yang mensyaratkan WAJIB PTT, melampirkan surat tunda PTT dari dinkes atau pengalaman klinik minimal setahun ( tidak harus dengan PTT). Untuk informasi lebih lanjut liat pengumuman pembukaan PNS dan PPDS di tiap-tiap universitas. KEUNTUNGAN dari PTT adalah BIAYA MASUK PPDS lebih MURAH dibandingkan dengan Non PTT, tetapi kalau prioritas penerimaan meskipun dalam pengumuman PPDS dinyatakan demikian tetapi PADA KENYATAANNYA,  BANYAK TEMAN PENULIS YANG SUDAH PTT TIDAK DITERIMA PPDS, MALAH YANG FRESH GRADUATE BANYAK DITERIMA. Jadi tergantung dari calon dokter yang baru lulus, bila lulus tes masuk PNS atau PPDS tanpa PTT sah-sah saja. Buat Teman sejawat yang ingin mencari pengalaman, jalan-jalan keliling indonesia dan digaji boleh coba-coba mendaftar PTT. (karena sudah tidak wajib lagi


         Jadi dokter lulusan tahun 2000an sudah lebih enak dan lega sedikit dibanding dokter zaman dulu, karena TIDAK ADA IKATAN WAJIB SARJANA 3 TAHUN SEPERTI DULU LAGI sehingga dalam kurun waktu pendidikan 6 tahun sudah dapat bekerja dengan pilihan lapangan pekerjaan yang lebih banyak setelah mendapat STR boleh langsung daftar CPNS, PTT ( hanya satu tahun dan tidak wajib),  kerja swasta di RS, asuransi atau jadi dokter perusahaan. Memang dokter yang lulus KBK harus menjalani program internship selama satu tahun, tetapi program pendidikan KBK dapat ditempuh 5 tahun, jadi totalnya kurang lebih 6 tahunan juga untuk menjadi seorang dokter. Tantangannya adalah menghasilkan dokter yang benar2 berkualitas dan kompeten dengan masa studi yang lebih singkat. Semoga di masa yang akan datang pendidikan dokter umum di Indonesia semakin maju dan berkembang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar